October 20, 2021

lolocosmetic.com

Langkah kaki menuju sukses

Kenali Tiap Tahapan Perkembangan Anak, Apa Saja Ya?

Kenali Tiap Tahapan Perkembangan Anak

Usia anak-anak merupakan usia emas karena di masa ini manusia tumbuh dan berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, salah satu tantangan besar yang harus dihadapi orang tua adalah terus memantau tahapan perkembangan anak dan memastikannya selalu sehat.

Orangtua biasanya telat menyadari pertumbuhan anaknya yang begitu cepat. Oleh karena itu Anda bisa mulai merubahnya dengan sering mencatat berbagai tanda-tanda tahap perkembangan pada anak. Memahami setiap perkembangan anak tentu menjadi kunci penting untuk memastikan bahwa ia tumbuh optimal.

Apa Saja Tanda-Tanda Tahap Berkembang Anak?

Walaupun ilmuwan telah mengkategorikan perkembangan anak dalam beberapa tahap, namun perlu diperhatikan bahwa perkembangan setiap anak akan berbeda-beda. Namun tidak perlu khawatir, Anda tentu dapat mengenali beberapa tahap perkembangan saat anak menunjukkan tanda-tandanya.

1. Bayi (0-12 bulan)

Saat anak masih berada pada tahap bayi usia 0-12 bulan, ada beberapa tahap perkembangan yang harus diperhatikan. Ketika memasuki usia 3-6 bulan, bayi biasanya sudah dapat memainkan tangan dan menggerakkan kepala. Ia juga sudah bisa mengenali suara, mulai bersuara, dan dapat duduk tanpa harus dibantu.

Memasuki usia 9 bulan, bayi biasanya sudah dapat merangkak dan berlatih berjalan sendiri. Selain itu, ia sudah mulai tertarik dengan benda-benda sekitar dan mulai mengambil benda yang diinginkan.

2. Balita (1-3 tahun)

Usia 1-3 tahun, anak balita mulai terlihat jelas pada kemampuan motoriknya. Anak balita umumnya sudah dapat berjalan sendiri, bahkan melompat, berlari, dan menaiki tangga. Balita juga sudah dapat berimajinasi dan berpikir kreatif. Anda bisa memperhatikannya dari kecenderungan menggambar, mencoret coret buku, dan mewarnainya.

3. Pra Sekolah (3-6 tahun)

Usia anak pra sekolah dimulai dari 3-6 tahun. Di usia ini kemampuan motorik anak lebih meningkat pesat. Anak sudah bisa melakukan sesuatu secara mandiri mulai dari makan, memakai baju , mandi, dan aktivitas pribadi lainnya. Usia pra sekolah termasuk usia aktif dimana anak akan mencari tahu beragam hal yang terjadi di sekitarnya.

4. Usia Sekolah (6-12 tahun)

Memasuki usia sekolah 6-12 tahun, anak mulai belajar bersosialisasi dan mengenal teman-teman sebayanya. Pada usia ini anak sudah mulai dapat memecahkan masalahnya sendiri, belajar bertanggung jawab, membangun hubungan pertamanan dan lain-lain.

Karena ruang lingkup aktivitasnya yang sudah mulai jauh dari pengawasan orang tua, pada masa-masa ini Anda sebaiknya lebih dekat ke anak dan memperhatikan masalah yang ia alami. Anda juga sudah bisa memperhatikan ketertarikan minat anak terhadap suatu aktivitas atau hobinya.

5. Remaja (13-17 tahun)

Usia remaja merupakan usia dimana perkembangan fisik, emosi, dan pikiran melesat cepat mendekati orang dewasa. Di masa ini, anak cenderung lebih tertutup kepada orang tua. Emosinya juga lebih sering meledak dan sulit ditebak.

Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini normal terjadi pada tahapan usia remaja untuk dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa. Di usia ini, jangan terlalu mengekang dan menganggapnya sebagai anak kecil. Mulai berikanlah ruang pribadi serta tanggungjawab sehingga ia menjadi tumbuh menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Untuk bisa mendapatkan tahapan perkembangan anak yang optimal baik dari segi motorik dan sensorik, pemenuhan kebutuhan nutrisi tentu harus terus terpenuhi. Susu Pediasure dapat menjadi pilihan untuk memenuhi asupan nutrisi anak karena mengandung AA, DHA, Omega 3 dan 6, 12 vitamin dan mineral serta 3 sumber protein yang baik untuk tubuhnya.